26 April 2009

dalam kelamnya malam

dalam kelamnya malam tak ada perbedaan
dalam kelamnya malam tak ada pembatasan
dalam kelamnya malam tak ada belenggu kebebasan
hanya dalam kelamnya malam aku bisa lepas melayang
hanya dalam kelam aku sanggup membaur dengan fananya dunia

22 April 2009

bumi sudah tua...

lelah...
rapuh....
gambarkan kepedihan yang ia alami atas tingkah laku manusia yang dulu ia lindungi.....
namun kini justru umatnya yang mengikis kekuatannya.....
jangan pernah salahkan bumi.....
atas segala yang menimpa dan melukai kulit bumi yang penuh kerutan.....
berkacalah pada masa lampau dimana ia masih bersahabat pada kita.....
umat yang hidup bagai lintah yang menghisap pada tempatnya menempel.....
ketika bumi yang tua ini marah....jangan pernah lagi sakiti ia....
karena sudah waktunya bagi kita yang menjaganya.....
bukan ia yang menjaga kita......

20 April 2009

ketika sampah tak mampu tuk menjadi berharga....

pada akhirnya sampah hanya akan menjadi setumpuk harap yang membusuk
harapan kabur yang menumpuk namun tak pernah jadi kenyataan
kenyataan bias yang tak pernah tersentuh lalu hanya terinjak kaki-kaki waktu
adakah kalanya sampah jadi berguna???
ada....tentu saja ada...
namun apa...kapan....bagimana.....
tak tahu sampah akan jadi berguna atau hanya membusuk dan sirna...
sampah hanya sampah
jangan harap jadi berguna
dan biarkan sampah membusuk
melebur bersama waktu
membias sampai tak membekas...

06 April 2009

pelabuhan yang takkan terlabuhkan lagi.....

terasa cukup kuarungkan kapal
telah berbagai lautan kuarungi
ratusan pelabuhan kutambatkan hati
namun kini aku telah rapuh
merasa letih tuk arungkan hatiku lagi
aku inginkan kedamaian hanya pada satu pelabuhan
dan kini telah kutemukan tambatan yang nyaman
untuk segenap jiwaku yang renta
untuk ragaku yang menua....
pada pelabuhanku ini kutanamkan jangkar terakhir kalinya
disini kuhabiskan sisa usia dan hembusan nafasku
tak ingin aku tinggalkan pelabuhanku
saat aku merasakan kedamaian yang aku cari
kedamaian untuk menuju keabadian.......