pada siapa hendaknya aku harus bertanya
bertanya sebuah pertanyaan yang jawabannya seharusnya aku tahu
tapi bahkan aku tak berani bertanya pada diriu sendiri
maafkan aku hatiku
aku telah membohongiku
membohongiku demi apa yang seharusnya aku tahu
tapi aku mencurangi diriku
menyembunyikan apa yang aku tahu dari aku
inilah topeng yang aku kenakan pada hatiku
topeng yang mengerak sampai keluar pada raut kehidupan
dan tetap tak kulepaskan sampai aku bertanya dan temukan jawaban
bukan pada diriku namun pada apa yang seharusnya menemukanku
bukan aku atau siapa namun apa
tapi kapan aku tak pernah tahu
kapan jiwaku menemukan aku
karena aku masih setengah dan belum utuh
dan jiwaku menungguku melepaskan topengku
tapi topeng apa ????
aku tak merasa aku memakainya
aku bahkan tak sadar aku kenakan topengku
topeng yang melindungi dan menyamankan aku
menjauhkan aku dari efek negatif dunia luar
melindungiku dari pengaruh buruk kenyataan
dan menyadarkan aku selama ini
dari apa yang kusebut ketakutan pada ilahi
Hanya perjalananku tentukan arti sebuah transisi kehidupan yang kujalani bersama sang alam.
30 Desember 2009
29 Desember 2009
apa itu kemunafikan ???
betapa kurasakan ketika sebuah perasaan yang tak dapat disembunyikan
walau dengan suasana yang hangat sekalipun
perasaan yang tergambar jelas ketika kulihat mata yang sayu
mata yang mencerminkan jiwa yang gundah dan haru
apa nama perasaan itu ???
ketika mata berkata namun senyum tergambar lembut dirautmu
sungguh aku ikut merasa pilu
namun aku tak punya apa-apa untuk membuatmu menikmati senyum itu
seakan aku cuma bisa memandang lukisan monalisa yang mimiknya pudar dimakan renta
sungguh betapa ingin kusingkap rasa gundahmu
kugantikan dengan canda tawa yang bisa buatmu tersenyum bebas dengan perasaan lepas
tak tebelenggu sembab yang menggelayut dikantung matamu
aku tak mau sebut itu kemunafikan
karena aku tahu aku tak mungkin mendekatimu lebih dari ini
walau dengan suasana yang hangat sekalipun
perasaan yang tergambar jelas ketika kulihat mata yang sayu
mata yang mencerminkan jiwa yang gundah dan haru
apa nama perasaan itu ???
ketika mata berkata namun senyum tergambar lembut dirautmu
sungguh aku ikut merasa pilu
namun aku tak punya apa-apa untuk membuatmu menikmati senyum itu
seakan aku cuma bisa memandang lukisan monalisa yang mimiknya pudar dimakan renta
sungguh betapa ingin kusingkap rasa gundahmu
kugantikan dengan canda tawa yang bisa buatmu tersenyum bebas dengan perasaan lepas
tak tebelenggu sembab yang menggelayut dikantung matamu
aku tak mau sebut itu kemunafikan
karena aku tahu aku tak mungkin mendekatimu lebih dari ini
Langganan:
Postingan
(
Atom
)