Aku takkan pernah menjadi kuat,,aku selalu lemah,,paling lemah,,
dan karena aku lemah maka aku hanya bisa disakiti,,
disakiti olehmu yang tak pernah kupahami,,
tapi aku mampu bertahan,,bertahan dengan segenap kelemahanku,,
bertahan untuk terus merasakan kesakitan,,
kesakitan yang akan kuterima dan kutelan,,,
Aku memang lemah,,lemah dalam mengatasi gempa dalam jiwaku,,
dan aku hanya mampu diam merasakan penderitaan yang ada,,
maaf,,aku tak mampu untuk menjadi kuat,,
Aku hanya bisa menangis,,
menangis untuk meluapkan kepedihan dalam hati,,
mengeluarkan sesak yang menghimpit dan mengekang dalam sunyi,,
Aku hanya sanggup tersenyum,,
senyum yang menyiratkan kegetiran mendalam,,
senyumku yang penuh dengan luka,,
dan aku tak sanggup untuk tertawa lagi,,,,
Inilah tentang aku,,
tentang aku yang tak lagi mampu,,
aku yang berbeda dari dulu,,
hanya aku dan kesunyian meronta keluar,,
untuk menjadi kuat.......
Hanya perjalananku tentukan arti sebuah transisi kehidupan yang kujalani bersama sang alam.
16 Agustus 2010
24 Februari 2010
Perjuangan tak melulu gunakan peluru
sempat tertegun memandang sosok dalam layar
seorang yang memperjuangkan peradaban sebuah negara
menentang sistem yang ketat dan kolot
bukan dengan tangan hampa maupun senjata
tapi dengan tulisan setajam pedang
dia bukan siapa-siapa
dia bukan apa-apa
namun dia menjadi siapa yang dicari
dan apa yang diperhatikan lewat kolomnya
rangkaian tulisan mempertontonkan realita
mengubah paradigma yang terselubung imperialisme
merombak jaman
dan melahiran semangat kaum intelek muda
aku merasa kembali ke jaman itu
dimana otak dibungkam paksa tanpa perlawanan
dan mulut hanya bisa diam
terpaksa menerima keadaan yang mengekang pemikiran
kreatifitas ditebas
intelek muda dibelenggu sistem pendidikan
dan tak ada pergerakan yang berarti
semua ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak
menghancurkan sistem yang angkuh berdiri tegak
menyembunyikan perut-perut buncit kekenyangan
dibalik realita rakyat yang kelaparan
dan alam yang menuju awal kehancuran
kerinduan ini sama seperti tahanan yang menantikan kebebasan
kebebasan dalam berpikir tanpa batas
ruang waktu dan tempat
aku tak sudi mereka hanya milik seorang
karena dunia dan seisinya diciptakan
untuk semua umat manusia
bukan dia bukan mereka
tapi kita
ayo berjuang
Perjuangan tak melulu gunakan peluru.
seorang yang memperjuangkan peradaban sebuah negara
menentang sistem yang ketat dan kolot
bukan dengan tangan hampa maupun senjata
tapi dengan tulisan setajam pedang
dia bukan siapa-siapa
dia bukan apa-apa
namun dia menjadi siapa yang dicari
dan apa yang diperhatikan lewat kolomnya
rangkaian tulisan mempertontonkan realita
mengubah paradigma yang terselubung imperialisme
merombak jaman
dan melahiran semangat kaum intelek muda
aku merasa kembali ke jaman itu
dimana otak dibungkam paksa tanpa perlawanan
dan mulut hanya bisa diam
terpaksa menerima keadaan yang mengekang pemikiran
kreatifitas ditebas
intelek muda dibelenggu sistem pendidikan
dan tak ada pergerakan yang berarti
semua ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak
menghancurkan sistem yang angkuh berdiri tegak
menyembunyikan perut-perut buncit kekenyangan
dibalik realita rakyat yang kelaparan
dan alam yang menuju awal kehancuran
kerinduan ini sama seperti tahanan yang menantikan kebebasan
kebebasan dalam berpikir tanpa batas
ruang waktu dan tempat
aku tak sudi mereka hanya milik seorang
karena dunia dan seisinya diciptakan
untuk semua umat manusia
bukan dia bukan mereka
tapi kita
ayo berjuang
Perjuangan tak melulu gunakan peluru.
06 Februari 2010
angin yang akan pergi.........
angin telah menyejukkan satu hati
ia telah menuntaskan apa yang seharusnya diperbuatnya
kini angin menunggu waktu yang tepat untuk pergi bersama matahari
namun masih ada yang membuat angin bimbang untuk langkahkan kaki
satu hati yang tak mau lepaskan angin untuk pergi
satu hati yang selalu merindukan angin saat matahari datang lagi
satu hati yang tak mungkin hidup tanpa angin
ia telah menuntaskan apa yang seharusnya diperbuatnya
kini angin menunggu waktu yang tepat untuk pergi bersama matahari
namun masih ada yang membuat angin bimbang untuk langkahkan kaki
satu hati yang tak mau lepaskan angin untuk pergi
satu hati yang selalu merindukan angin saat matahari datang lagi
satu hati yang tak mungkin hidup tanpa angin
Langganan:
Postingan
(
Atom
)