di depanku terhempas..dunia mengabur
mengharap batas..mencari pegangan tanpa
rintangan..
Ti, tiada duka yang berlalu tanpa meninggalkan
alur air mata..dan tak ada pula bahagia tanpa
pernah rasakan luka..
selama aku masih bisa maju..tanpa kaki maklumi
rasa lelah didadaku..aku akan terus maju, Ti..
kususun satu demi satu cacah yang tercerai..
demi memperjelas inderamu bisa menangkap..
makna dan kesungguhan apa yang kulakukan..
aku jalan lagi,Ti..
waktuku tak mengijinkanku berlama diperaduanmu..
walau hanya untuk sekedar berkeluh..
menghapus sesak..
Hanya perjalananku tentukan arti sebuah transisi kehidupan yang kujalani bersama sang alam.
02 Mei 2012
01 Mei 2012
Tepian malam di peraduan
Malam di tepian peraduan..
Semoga kalimatmu hanya berbentuk canda,Nyi..
atau inderaku yang keterlaluan menelisik makna..
Angin akan tetap hilang sekali berhembus..dan
yang datang dua kalinya adalah angin yang berbeda..
Sedangkan pengutaraanku hanya akan sedikit
membekas..seperti belantara yang disaput api dan
hujan yang menghentikannya..
aku hendak melangkah lagi,Nyi..mencari lelah..
yang sembunyikan belenggu untuk menahan rentanya
perasaan ini...
Semoga kalimatmu hanya berbentuk canda,Nyi..
atau inderaku yang keterlaluan menelisik makna..
Angin akan tetap hilang sekali berhembus..dan
yang datang dua kalinya adalah angin yang berbeda..
Sedangkan pengutaraanku hanya akan sedikit
membekas..seperti belantara yang disaput api dan
hujan yang menghentikannya..
aku hendak melangkah lagi,Nyi..mencari lelah..
yang sembunyikan belenggu untuk menahan rentanya
perasaan ini...
Langganan:
Postingan
(
Atom
)