25 Desember 2008

parangdok

ia berdiri menantang pasir dan samudra kehidupan
tak mudah goyah walau gempa menerpa
takkan hilang walau angin kan terus menerjang
tempat para pemanjat temukan jiwa sejati mereka
mendaki satu demi satu tiap jalur kehidupan di wajahmu
mencari jati diri untuk satu tujuan pasti
aku ingin menjadi sepertimu
tempat dimana seseorang temukan jati dirinya
tempat tumpuan yang tak mudah runtuh maupun goyah
sampai akhir masaku yang kan tiba....

di kesunyian parangdok
ditemani gemuruh ombak parangtritis
menjadi saksi terpautnya dua hati
yang saling memendam perasaan selama sang waktu berlari
hanya ungkapan kata yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam
dan perasaan kasih sayang yang terucap dari mulut ini untukmu
sejenak sang bintang melambai jatuh pelan
kau pejam mata ungkap sebuah harapan
tak pernah tahu apa atau kapan kan terwujud
karena aku takkan pernah berani tuk berharap
tapi kamulah harapanku
harapan untuk isi hidupku yang kini kosong
hiasi hariku yang hampa
dan temani aku kala aku sendiri
hanya kau............

23 Desember 2008

angin telah pergi

angin telah menjauh dari
cahaya yang ia punya dulu
kini angin bebas berhembus
mengelus kulit bumi yang berlekuk
merasakan tinggi dan dalamnya
perasaan yang ada di tiap hati
angin mencoba lagi bertiup
tenang dalam satu relung yang ia singgahi
tetap tanpa harapan
dan meringkuk dalam kegelapan
bertahan dalam kesunyian
menggapai ujung sebuah relung
menunggu satu saat angin kan terbangun
temukan masa yang hangat dan rindu ia tunggu
sadar angin merasa berat untuk pergi
tapi angin memang harus terus berembus
mencoba mencari matahari
yang bisa membuat angin tetap jauhi bekunya hati

21 Desember 2008

kumbang telah temukan kembangnya

sebuah keinginan yang muncul dari lubuk hati paling dalam
harapan untuk tetap memiliki sampai akhir masa
keinginan bersama yang tumbuh bersama harum wewangimu
menarik kumbang ini untuk menghisap sari dari sang bunga
namun
apakah seekor kumbang ini hanya dapat bertahan dengan sekuntum bunga
bukan demikian sebenarnya maksud kumbang ini
kumbang ini akan tetap dan terus mencari sari lain
dan hidup untuk tetap hinggapi berkuntum bunga
maafkan kumbang ini
yang telah pergi dan tinggalkan bunga sendiri
bukan karena acuh pada keinginan sang bunga itu sendiri
namun kumbang ingin
bunga miliki kumbang lain yang lebih baik darinya
maafkan kumbang ini
yang telah temukan kembang lain di sebuah taman hati di suatu tempat
tempat yang jauh dari letak hati sang bunga ada
kembang yang lebih menarik hati kumbang yang ingin hisap sarinya
kembang yang buat kumbang jadi menjauhi sang bunga
kembang yang kini menjadi tujuan hidup dari sang kumbang
maafkan kumbang, bunga.......

14 Desember 2008

ketika angin melepas matahari

sang angin mulai muak dengan kesendiriannya
kesadarannya akan jauhnya matahari
takkan bisa angin lampaui
angin tahu
takan pernah bisa pula dia gapai tujuannya
angin hanya akan mengelus kulit sang bumi
tanpa bisa pergi demi gapai matahari
angin sadar
dia terkekang ruang dan dimensi yang berbeda
angin mulai terbiasa dengan kesendiriannya
angin ingin melepas sang matahari
angin ingin sendiri
beranjak pergi dan berkelana ke semua hati di kulit bumi
kini angin hanya diam
tak bergemng dan beranjak
menunggu saat waktu bicara dan mengajak
dimana
angin melepas matahari

09 Desember 2008

Hentikan Perasan Darah, Keringat, dan Air Mata

Saat ini hanya ada sebuah kata ajakan
namun hampa tanpa tindakan
hidup tersusun bukan hanya dengan kata-kata
dia begitu komplex penuh komposisi yang berbeda
berbagai unsur berlainan yang bergabung
dan saling mengkaitkan diri menyatu
tak terpisahkan
apa yang akan terjadi bila keseimbangan mulai pudar
hidup tak lagi sempurna dan berwarna
karena kata tak lagi bermakna
tindakan hanya ada dalam gambaran
dan angan-angan takkan dapat jalan keluar
mulailah saat ini juga
tak pernah ada kata terlambat untuk mengejar satu cita-cita
hanya satu yang perlu dilakukan
mulailah pergerakan
bergerak seimbang dengan kata-kata
kembalikan keseimbangan kehidupan manusia awal mula
dimana kata dan tindakan nyata berkedudukan sama.

13 November 2008

Me,Nature,and God

Angin

Sang angin tak selalu ssunyi
berhembus kemana arah terbit matahari
tak pula berhembus sendiri
berkelana bersama alam yang suci
tapi jangan harapkan angin berhenti
selama ada waktu yang terus berlari
angn kan tetap berhembus dan mencari
tujuan sang angin yang simpan beribu arti
selalu ingin memberi
nyaman yang lekat dalam hati
tanpa ingin ada kembali
karena angin telah cukup untuknya sendiri

Untuk Salju

Salju yang beku datang dan meresap dalam hati
dia diam dan simpan berjuta misteri
ingin hati cairkan bekunya sang salju
ingin pula mendekap erat dan rasakan dinginnya
namun
aku hanya angin
selalu berhembus pergi mencari matahari
tak diam dan singgah dalam satu hati
hanya melangkah kearah terbit sang mentari menyambut pagi
maafkan angin
yang tak bisa mengelus sang salju
dan pergi seiring matahari
maafkan angin

13 Oktober 2008

kemenangan

akankah bisa pernah kuraih

sebuah puncak yang mejulang tinggi

dalam kehidupanku jauh dalam gelapnya malam

aku tahu aku dalam perjalananku

lalui tanjakan curam 

dan akhir yang masih jauh terlihat

hanya kini

yakinkan hati akan sebuah puncak yang tinggi

yang kan datang waktu saat kuberdiri

tegak menantang cakrawala kehidupan

23 September 2008

my world

duniaku tak lebih dari sehelai kehidupanku

hanya cukup untukku seorang

ditemani dengan segenap omong kosong

duniaku kumiliki sendiri

bahkan dengan cerminpun aku enggan berbagi

ia kekal dan takkan pernah mati

selalu hitam dan jauh dari putihnya cahaya

duniaku antara ada dan tak ada

dekat dengan neraka

hanya aku yang hidup dalam duniaku

tak ada yang hidup selain aku

bahkan tak ada yang tak hidup di sana

semua terbenam dalam kelam

13 September 2008

perbuatan kecil

kadang aku berpikir
apa yang sebenarnya pantas
namun tak pernah ada
hanya membuat hati jadi retas
mampukah aku berjalan sendiri
mampukah aku berlari
mengejar waktu yang menjauh pergi
sebuah perbuatan yang kulakukan
walau hanya kecil tak kukeluhkan
tetap aku berjalan
kucoba kejar waktu yang pergi melawan

little think to save their soul

10 September 2008

part III

hilang itu semakin dalam
memberi arti tercekamnya hati
makin tenggelamkan kesempatan
muncul kembali menghantui dalam sunyi
hanya kelam dan beku yang datang
ketika hilang ini makin jauh merasuk
dalam nurani

aku tak pernah sadar
mungkin takkan pernah sadar
apa yang sesungguhnya terjadi
apa yang sebenarnya kulalui
hanya hilang yang kini kurasa
tenggelam dan melayang
jauh dalam alam impian
semakin dalam hingga kubur semua harapan
hapus kenyataan yang mungkin hilang

terimakasih bintang

hanya ini bisa terucap
dari hati yang pernah merasa tak lengkap
dan jangan pernah pergi
walau sejenak tuk buat kumenanti

biarkan hariku terus diselimuti malam
namun hanya satu yang aku harapkan
tuk tetap kau ada dan selalu disampingku
tak kan pernah tinggalkan aku dalam beku

terimakasih bintang

25 Agustus 2008

angin mendayu merdu
tiupkan sejuta makna hidup yang baru
malam menyelimuti khalbu
sembunyikan raga dari ragu
aku termenung menatap kerlip lampu kehidupan
aku begitu jauh
tenggelam dalam lembah kesunyian
pikir kadang melayang
merunut jejak yang samar membayang
aku diam

17 Agustus 2008

Part II

lenyap
hilang
membias
mengabur dari semua yang kelilingiku
aku tak bisa mereka lihat
atau mereka yang tak mau melihatku
hanya senyap yang aku dapat
walau mereka ada didepanku
aku hilang
aku tembus pandang
itukah perasaanku pada mereka
atau sebaliknya
mereka yang menganggapku hilang
tembus pandang
semua terjadi
semua berlalu
begitu saja tanpa aku rasa
aku telah hilang
aku dihilangkan

Part I

aku hilang
hilang dari semua yang kutentukan
kucoba berpikir sejenak
apa yang menentukan aku
tak ada
arah
angin
matahari
arus
semua lenyap
hilang dari hadapanku
atau aku yang hilang dari mereka


bertahan dalam kehampaan memang lebih berat
daripada berdiri dari keterpurukan
apa ini akhirku
apa ini ujung dari semua yang kupertahankan
atau justru aku yang di pertahankan
aku diam
aku bisu
tertawa
menangis
berbisik
lalu teriak


pada siapa aku teriak
tak pada angin
tak pada matahari
tak pada rumput
atau awan
siapa yang mau mendengarkan teriakanku
atau aku yang tak pernah mau dengar bisik mereka
terduduk
kaku
lenyap

16 Agustus 2008

surat buat bintang

kupandang malam-malamku kini
aku tak akan sendiri lagi
ada bintang yang akan selalu menemani
menemani malamku yang dulu sepi
kini hadir bintang tempatku berbagi

saat aku gundah dan lelah
ia selalu buatku nyaman dan melayang damai
saat aku riang dan tertawa
bintang akan ikut tersenyum dalam gembiraku

bintang
jangan pernah jauh dariku
karena aku takut jauh darimu
hanya gelap yang datang
bila kau tak ada

tetaplah ada disampingku
menemaniku dalam senyum dan tangisku
mendampingiku menatap masa depan dunia
tetap tersenyum untuk tenangkan hatiku
kemarin,sekarang dan selamanya

12 Agustus 2008

doa....

rerumputan bergetar dihempas angin lembut mengelus
kicau merdu hiasi keheningan alam yang lama rapuh
aliran deras sejukkan terik siang yang mengelus bumi
akankah ini semua bertahan sampai nanti
aku berdoa dalam hati
ini semua akan selalu ada dan hiasi
tiap langkah dalam jalan panjang kehidupan
biarkan angin selalu hembuskan harapan baru tiap hari berganti
biarkan arus yang hanyutkan gundah dan lelah dalam diri
biarkan
biarkan doa ini menggema dalam hati

10 Agustus 2008

aku duduk tertunduk
menatap kering rerumputan tanpa harapan
angin masih tetap bertahan
mengelus lembut pucuk-pucuk dedaunan
setetes peluh mengalir pelan
dan jatuh menimpa masa depan yang kandas
bersama runtuhnya pepohonan

apa ini yang kita pertahankan
harapan kosong menatap masa depan
hanya teronggok bersama bangkai-bangkai kemunafikan
melayang bersama debu-debu kematian
kapan kita berlari bersama angin lagi
menjemput esok yang penuh tanda tanya
tanda yang tak pasti jawabnya pula

obrolan kepada malam......

langit tak lagi tersenyum riang.....tak ada lagi bintang yang riang bersinar..tak ada lagi bulan yang hiasi keheningan......kini malam hanya tinggal kesunyian...kelam..gelap...hampa.....dan angin yang mengelus kebekuan hati........kenapa bintang pergi....kenapa bulan tak tersenyum lagi......aku ingin tanyakan itu pada malam......tapi aku tak sabar menunggu malam tiba....karena aku telah bosan juga pada kelamnya yang beku......malam.....kapan kau panggil bintang dan bulan......aku butuh teman yang selalu hiasi kesunyian.....selalu ada temani dalam kehampaan.......apakah kau sanggup bertahan dalam kesendirian.....aku bosan....aku jenuh sendiri.......aku butuh bulan dan bintang.....karena tanpa mereka kau takkan ada menemaniku disini.........panggil bintang...kembalikan bulan.........karena kalian dan aku satu.....akan saling memiliki sekarang.....sampai selamanya............................

09 Agustus 2008

Angin berbisik sendu.......

Angin berbisik sendu....
Mendendangkanalunan kehidupan bak lagu........
Seakan mencari kedamaianyang lepas dari khalbu....
Tapi apa itu yang ia cari....
Aku takkan pernah bisa mengerti........
Atau karena aku tak pernah bisa mengerti.......

Angin berbisik sendu......
Meratapi jalan takdir yang penuh dengan ragu......
Meracau sendiri tanpa tempat mengadu........
Tapi kemana angin kan mencari............
Karena angin selalu pergi.......
Dan mungkin takkan pernah kembali................

flow within destiny wave.....................

07 Agustus 2008

menatap kehampaan karang.........

Ketika alam berbisik sendu.................

aku berjalan dan terus terjaga dari segala yang membisikkanku....
sejenak terpaku dalam kesunyian lalu tergagap mendengar tangisan............
aku tak pernah mengira apa yang akan tejadi.....
karena manusia hanya bisa meninggalkan masa lalu tanpa pernah sekilas menilik masa depan......
suara tangisan membisik perlahan membelah kesunyian.......
seakan membisikkan kekecewaan dan keputusasaan yang dalam......
kepada sesuatu yang telah beribu tahun lamanya dijaga............
ya.......alam menangis.......menangisi kelakuan umat manusia yang tak lagi menyayangi alam seperti dulu alam menyayangi manusia..................
alam hanya bisa diam dalam bencana yang mengisyaratkan angkara murka.........
namun manusia hanya tertawa dalam dosa yang ia cipta...........