di depanku terhempas..dunia mengabur
mengharap batas..mencari pegangan tanpa
rintangan..
Ti, tiada duka yang berlalu tanpa meninggalkan
alur air mata..dan tak ada pula bahagia tanpa
pernah rasakan luka..
selama aku masih bisa maju..tanpa kaki maklumi
rasa lelah didadaku..aku akan terus maju, Ti..
kususun satu demi satu cacah yang tercerai..
demi memperjelas inderamu bisa menangkap..
makna dan kesungguhan apa yang kulakukan..
aku jalan lagi,Ti..
waktuku tak mengijinkanku berlama diperaduanmu..
walau hanya untuk sekedar berkeluh..
menghapus sesak..
Transisi Kehidupan Anak Alam
Hanya perjalananku tentukan arti sebuah transisi kehidupan yang kujalani bersama sang alam.
02 Mei 2012
01 Mei 2012
Tepian malam di peraduan
Malam di tepian peraduan..
Semoga kalimatmu hanya berbentuk canda,Nyi..
atau inderaku yang keterlaluan menelisik makna..
Angin akan tetap hilang sekali berhembus..dan
yang datang dua kalinya adalah angin yang berbeda..
Sedangkan pengutaraanku hanya akan sedikit
membekas..seperti belantara yang disaput api dan
hujan yang menghentikannya..
aku hendak melangkah lagi,Nyi..mencari lelah..
yang sembunyikan belenggu untuk menahan rentanya
perasaan ini...
Semoga kalimatmu hanya berbentuk canda,Nyi..
atau inderaku yang keterlaluan menelisik makna..
Angin akan tetap hilang sekali berhembus..dan
yang datang dua kalinya adalah angin yang berbeda..
Sedangkan pengutaraanku hanya akan sedikit
membekas..seperti belantara yang disaput api dan
hujan yang menghentikannya..
aku hendak melangkah lagi,Nyi..mencari lelah..
yang sembunyikan belenggu untuk menahan rentanya
perasaan ini...
12 Maret 2012
07 Februari 2012
20 Januari 2012
Gloomy Sunday
Alternate version with lyrics by Desmond Carter.
As recorded by Paul Robeson; Diamanda Galás; Hildegarde:
Sadly one Sunday I waited and waited
With flowers in my arms
for the dream I'd created
I waited 'til dreams,
like my heart, were all broken
The flowers were all dead
and the words were unspoken
The grief that I knew
was beyond all consoling
The beat of my heart
was a bell that was tolling
Saddest of Sundays
Then came a Sunday
when you came to find me
They bore me to church
and I left you behind me
My eyes could not see
one I wanted to love me
The earth and the flowers
are forever above me
The bell tolled for me
and the wind whispered, "Never!"
But you I have loved
and I bless you forever
Last of all Sundays
As recorded by Paul Robeson; Diamanda Galás; Hildegarde:
Sadly one Sunday I waited and waited
With flowers in my arms
for the dream I'd created
I waited 'til dreams,
like my heart, were all broken
The flowers were all dead
and the words were unspoken
The grief that I knew
was beyond all consoling
The beat of my heart
was a bell that was tolling
Saddest of Sundays
Then came a Sunday
when you came to find me
They bore me to church
and I left you behind me
My eyes could not see
one I wanted to love me
The earth and the flowers
are forever above me
The bell tolled for me
and the wind whispered, "Never!"
But you I have loved
and I bless you forever
Last of all Sundays
29 November 2011
Permenungan
ketika sebuah individu mencoba untuk berdiskusi dengan sepi
saat dimana sang waktu kembali diam kehilangan arti
aku coba semaikan harapan dalam mimpi yang kau tanam tadi pagi
hanya sekejap sebelum terbit sang matahari
layukan bunga yang harusnya luruh diterpa kenyataan
dan kau bangunkan aku dari nyamannya ketidakpastian
kau sadarkan aku akan nilai yang indefinitif dari kehidupan
kumulai langkah menapak sejengkal terseok
menjalani tanah impian yang telah kau susun untukku
menuju garis paling tepi dari angan-angan
menghadapi dan mengatasi semua kesakitan dan luka sendirian
hanya inginkan kamu untuk tahu
sebuah proses yang kujalani untuk menjadi manusia lagi
sebuah transformasi dari ulat yang mengindah jadi kupu-kupu
seperti yang kau utarakan dari hatimu merasuk dalam kehidupanku
maaf karena aku tak sanggup melawan jiwaku
maaf karena aku ternyata butuh waktu menata dan menjalaninya
maaf karena aku masih terhenyak pada kenyamanan masa lalu
maaf karena aku belum sanggup mencerna harapanmu
aku terus mencoba
saat dimana sang waktu kembali diam kehilangan arti
aku coba semaikan harapan dalam mimpi yang kau tanam tadi pagi
hanya sekejap sebelum terbit sang matahari
layukan bunga yang harusnya luruh diterpa kenyataan
dan kau bangunkan aku dari nyamannya ketidakpastian
kau sadarkan aku akan nilai yang indefinitif dari kehidupan
kumulai langkah menapak sejengkal terseok
menjalani tanah impian yang telah kau susun untukku
menuju garis paling tepi dari angan-angan
menghadapi dan mengatasi semua kesakitan dan luka sendirian
hanya inginkan kamu untuk tahu
sebuah proses yang kujalani untuk menjadi manusia lagi
sebuah transformasi dari ulat yang mengindah jadi kupu-kupu
seperti yang kau utarakan dari hatimu merasuk dalam kehidupanku
maaf karena aku tak sanggup melawan jiwaku
maaf karena aku ternyata butuh waktu menata dan menjalaninya
maaf karena aku masih terhenyak pada kenyamanan masa lalu
maaf karena aku belum sanggup mencerna harapanmu
aku terus mencoba
Cerita Pagi diawal senja
ketika langit mulai redup dan bintang berpandar lembut kalungi malam
perjalanan melambatkan sang waktu untuk bersandar sejenak nikmati penderitaan
rasakan semua perih dan luka yang telah menemani tiap langkah yang makin tersuruk
bersama bekunya angin malam dan belenggu kesepian
engkau datang menyemai harapan dan menanam mimpi dalam kehidupan baruku
diawal pagi yang selalu kusambut matahari hangatkan jiwa
engkau yang selalu ada hiasi relung mimpi
bayangmu pula yang selalu ada untukku disudut kesepianku
temani aku sambil mengobati luka yang masih menganga
hingga matahari hentikan gelap yang mendingin hati
perjalanan melambatkan sang waktu untuk bersandar sejenak nikmati penderitaan
rasakan semua perih dan luka yang telah menemani tiap langkah yang makin tersuruk
bersama bekunya angin malam dan belenggu kesepian
engkau datang menyemai harapan dan menanam mimpi dalam kehidupan baruku
diawal pagi yang selalu kusambut matahari hangatkan jiwa
engkau yang selalu ada hiasi relung mimpi
bayangmu pula yang selalu ada untukku disudut kesepianku
temani aku sambil mengobati luka yang masih menganga
hingga matahari hentikan gelap yang mendingin hati
10 November 2011
The Angel's Word
ketika sayap kupatahkan
saat kutinggalkan kehidupan yang baka
turun ke permukaan dunia
menjalani penderitaan yang tak pernah kukenal sebelumnya
tak lagi menjadi abadi
merasakan apa yang disebut sakit
dan menikmati mendekati kematian
ini karena engkau ada di dunia
bukan disana tempatku pernah hidup dan abadi
karena engkau kutinggalkan semua
demi apa yang manusia katakan sebagai cinta.
saat kutinggalkan kehidupan yang baka
turun ke permukaan dunia
menjalani penderitaan yang tak pernah kukenal sebelumnya
tak lagi menjadi abadi
merasakan apa yang disebut sakit
dan menikmati mendekati kematian
ini karena engkau ada di dunia
bukan disana tempatku pernah hidup dan abadi
karena engkau kutinggalkan semua
demi apa yang manusia katakan sebagai cinta.
16 Agustus 2010
Tentang Aku...
Aku takkan pernah menjadi kuat,,aku selalu lemah,,paling lemah,,
dan karena aku lemah maka aku hanya bisa disakiti,,
disakiti olehmu yang tak pernah kupahami,,
tapi aku mampu bertahan,,bertahan dengan segenap kelemahanku,,
bertahan untuk terus merasakan kesakitan,,
kesakitan yang akan kuterima dan kutelan,,,
Aku memang lemah,,lemah dalam mengatasi gempa dalam jiwaku,,
dan aku hanya mampu diam merasakan penderitaan yang ada,,
maaf,,aku tak mampu untuk menjadi kuat,,
Aku hanya bisa menangis,,
menangis untuk meluapkan kepedihan dalam hati,,
mengeluarkan sesak yang menghimpit dan mengekang dalam sunyi,,
Aku hanya sanggup tersenyum,,
senyum yang menyiratkan kegetiran mendalam,,
senyumku yang penuh dengan luka,,
dan aku tak sanggup untuk tertawa lagi,,,,
Inilah tentang aku,,
tentang aku yang tak lagi mampu,,
aku yang berbeda dari dulu,,
hanya aku dan kesunyian meronta keluar,,
untuk menjadi kuat.......
dan karena aku lemah maka aku hanya bisa disakiti,,
disakiti olehmu yang tak pernah kupahami,,
tapi aku mampu bertahan,,bertahan dengan segenap kelemahanku,,
bertahan untuk terus merasakan kesakitan,,
kesakitan yang akan kuterima dan kutelan,,,
Aku memang lemah,,lemah dalam mengatasi gempa dalam jiwaku,,
dan aku hanya mampu diam merasakan penderitaan yang ada,,
maaf,,aku tak mampu untuk menjadi kuat,,
Aku hanya bisa menangis,,
menangis untuk meluapkan kepedihan dalam hati,,
mengeluarkan sesak yang menghimpit dan mengekang dalam sunyi,,
Aku hanya sanggup tersenyum,,
senyum yang menyiratkan kegetiran mendalam,,
senyumku yang penuh dengan luka,,
dan aku tak sanggup untuk tertawa lagi,,,,
Inilah tentang aku,,
tentang aku yang tak lagi mampu,,
aku yang berbeda dari dulu,,
hanya aku dan kesunyian meronta keluar,,
untuk menjadi kuat.......
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

