02 Mei 2012

Di depan masa depan

di depanku terhempas..dunia mengabur
mengharap batas..mencari pegangan tanpa 
rintangan..
Ti, tiada duka yang berlalu tanpa meninggalkan
alur air mata..dan tak ada pula bahagia tanpa 
pernah rasakan luka..
selama aku masih bisa maju..tanpa kaki maklumi
rasa lelah didadaku..aku akan terus maju, Ti..
kususun satu demi satu cacah yang tercerai..
demi memperjelas inderamu bisa menangkap..
makna dan kesungguhan apa yang kulakukan..
aku jalan lagi,Ti..
waktuku tak mengijinkanku berlama diperaduanmu..
walau hanya untuk sekedar berkeluh..
menghapus sesak..



01 Mei 2012

Tepian malam di peraduan

Malam di tepian peraduan..

Semoga kalimatmu hanya berbentuk canda,Nyi..
atau inderaku yang keterlaluan menelisik makna..

Angin akan tetap hilang sekali berhembus..dan 
yang datang dua kalinya adalah angin yang berbeda..

Sedangkan pengutaraanku hanya akan sedikit
membekas..seperti belantara yang disaput api dan 
hujan yang menghentikannya..

aku hendak melangkah lagi,Nyi..mencari lelah..
yang sembunyikan belenggu untuk menahan rentanya
perasaan ini...

 

20 Januari 2012

Gloomy Sunday

Alternate version with lyrics by Desmond Carter.
As recorded by Paul Robeson; Diamanda Galás; Hildegarde:


Sadly one Sunday I waited and waited
With flowers in my arms
for the dream I'd created
I waited 'til dreams,
like my heart, were all broken
The flowers were all dead
and the words were unspoken
The grief that I knew
was beyond all consoling
The beat of my heart
was a bell that was tolling

Saddest of Sundays

Then came a Sunday
when you came to find me
They bore me to church
and I left you behind me
My eyes could not see
one I wanted to love me
The earth and the flowers
are forever above me
The bell tolled for me
and the wind whispered, "Never!"
But you I have loved
and I bless you forever

Last of all Sundays