29 Januari 2009

Reborn of the Destiny

pernahkan kau rasakan pahitnya sebuah kematian
pernahkah kau nikmati pedihnya luka dalam tidur panjang
apakah itu yang disebut manusia sebagai bagian dari akhir kehidupan
bagian dimana tujuan kehidupan itu memudar 
dan terbenam seiring mata terpejam
bagian yang akan terjadi sebelum manusia menuju ke sebuah dimensi lain
dimensi yang dianggap maya bagi kehidupan yang sebelumnya fana
aku menangis 
meratap pada apa yang tak pernah kulihat
memohon agar tujuan yang fana semakin tampak
tapi apa yang kudapat
tangisan hanya dianggap layaknya hujan
sebentar hiasi kehidupan lalu kering karena kehilangan
kini aku bosan
bosan untuk terus hidup dalam tangisan
sia-sia sudah segala pengorbanan 
aku telah lahir kembali dengan segala tujuan
tujuan yang takkan terbatasi oleh dimensi
kekal dan tak pernah mati
sampai sang waktu yang membelenggu kehidupan berhenti berlari................. 

27 Januari 2009

hujan yang sisipkan kepedihan

hujan yang turun dihari mendung seakan transformasikan perasaan kepada sang alam
perasaan yang terpuruk perih menyayat
sampai aku tak pernah tahu lagi kapan sang waktu beranjak tuk pergi
karena aku tak percaya lagi apa itu mimpi dan arti sebuah harapan
kini yang terlihat dipelupuk mata hanya sayatan sebuah kenyataan
kenyataan yang selalu buat aku makin tertunduk lemah
lemah tak mampu lagi hadapi gelombang takdir yang makin gila menggilas
ingin aku menyerah
namun kata menyerah hanya untuk mereka yang tak punya lagi keberanian
keberanian untuk bertahan walau hanya sekejap
lalu hilang tak ditemukan
akhirnya aku hanya bisa diam dan mengalun bersama arus kehidupan.........

14 Januari 2009

Hanya diam yang jawab

malam tak pernah dendangkan nyanyiannya lagi
diam, kelam dan sunyinya kematian yang datang menghampiri
sendiri sunyi lagi
tersentak dalam kabut kebimbangan yang tak mungkin menepi
tertunduk di sela-sela mimpi yang tak bertepi

05 Januari 2009

sepatah kata perpisahan

kala diotak hanya ada badai permasalahan yang kau hadapi
mulai mengoyak tubuh dan buat dirimu lemah
terpikirkan satu jalan tuk' akhiri semua dilema yang menyerangmu
bukan logika dalangi semua
bukan juga emosi belaka yang selimuti pikiran tanpa asa
hanya kibarkan bendera kekalahan untuk mundur
mundur dari segala yang siksa jiwa dan logikamu
tanpa ingin kau berbuat suatu diluar akal
biarkan aku yang tersakiti
biarkan aku yang tetap sendiri ini
biarkan aku hidup tanpa harapan lagi
lepaskan dan jangan kau ungkap sosok ini
bebaskan pikiranmu yang kubelengu
terbangkan bersama angin yang sejuk belai jiwamu
jangan biarkan aku membelenggumu lagi
jangan biarkan aku ada dalam hari-harimu lagi
namun
hanya satu yang tetap ingin aku minta dari hatimu
tetaplah kenang aku
kenang aku bersama indahnya langit malam hari
bersama tebing yang kan tetap berdiri kokoh menantang takdir
sedang takdir itu sendiri
takdir yang takkan berhenti tancapkan seribu duri
selalu menyiksa dan menemani
kehidupan sosok yang tanpa harapan ini..........................