12 Juni 2009

eksistensi harga diri yang dipertanyakan

apa aku masih sangup mempertahankan eksistensi sebuah harga diri daam kehidupan yang semakin hari semakin dipertajam dengan satu keinginan yang harus terlaksana namun tanpa daya. aku tersembunyi dibalik bayang - bayang yang begitu pekat hingga aku kadang tak sanggup melihat cahaya dalam kegelapanku. begitu pekatnya sampai - sampai aku hanya bisa berjalan terseok-seok merangkak mencari jalanku sendiri. entah ini sebuah kurungan yang tak kusadari atau malah bingkai yang memang menyembunyikan aku dari kejamnya dunia luar yang sebenarnya. hahahahahahaha.........tertawaku hanya tameng. tameng dari kesunyian dan kesendirian yang kurasakan dalam bingkai hidup yang selama ini kurasakan.
matikah aku bila benar-benar kuhilangkan harga sebuah jiwa yang dinilai begitu berharga. ya, mungkin aku akan mati secara rohani hingga ku tak dianggap ada lagi oleh peredaran kehidupan. aku bisa mati............

putri salju yang telah kembali........

putri...maafkan angin.....
yang dulu menemanimu ditiap butir salju yang kau embuskan
lalu angin pergi tinggalkanmu dalam bekunya hati
kini putri buka lagi kenangan yang telah lama angin tinggalkan dalam kelam
putri temukan lagi sang angin yang telah lama pergi dari dinginnya saljumu
salju yang takkan pernah kutemukan dalam musim di berbagai belahan hati manapun
salju yang hanya turun dalam musim cinta kita
salju yang telah mencair bersama angin temukan dunianya yang baru
angin mulai bergoncang
menggoncang sisi lain kehidupan dalam diri
angin mulai goyah berpusing dalam badai salju yang siratkan masa lalu


putri....maafkan angin.....
angin telah temukan matahari yang membuatnya lupa akan hangatnya salju
angin telah mencintai matahari yang membuatnya berada dalam terang dan jauh dari kelam yang dalam
angin ingin pergi jauh dari kenanganyang membadai alam masa lalu dirinya
pergi dari bekunya tirai yang membuatnya lupa akan tujuannya yang melintasi hari demi hati
hati yang hanya mencari matahari untuk menjauhkan beku dan kelam yang telah usang
walaupun angin menangis
angin menangis hanya untuk salju yang turun iringi perginya harapan
harapan yang membeku abadi dalam persahabatan
angin tak sanggup menjelmakan salju menjadi cahaya
maupun menukar cahaya untuk salju


maafkan angin..........