30 Desember 2009

bertopengkah aku ????

pada siapa hendaknya aku harus bertanya
bertanya sebuah pertanyaan yang jawabannya seharusnya aku tahu
tapi bahkan aku tak berani bertanya pada diriu sendiri
maafkan aku hatiku
aku telah membohongiku
membohongiku demi apa yang seharusnya aku tahu
tapi aku mencurangi diriku
menyembunyikan apa yang aku tahu dari aku
inilah topeng yang aku kenakan pada hatiku
topeng yang mengerak sampai keluar pada raut kehidupan
dan tetap tak kulepaskan sampai aku bertanya dan temukan jawaban
bukan pada diriku namun pada apa yang seharusnya menemukanku
bukan aku atau siapa namun apa
tapi kapan aku tak pernah tahu
kapan jiwaku menemukan aku
karena aku masih setengah dan belum utuh
dan jiwaku menungguku melepaskan topengku
tapi topeng apa ????
aku tak merasa aku memakainya
aku bahkan tak sadar aku kenakan topengku
topeng yang melindungi dan menyamankan aku
menjauhkan aku dari efek negatif dunia luar
melindungiku dari pengaruh buruk kenyataan
dan menyadarkan aku selama ini
dari apa yang kusebut ketakutan pada ilahi

29 Desember 2009

apa itu kemunafikan ???

betapa kurasakan ketika sebuah perasaan yang tak dapat disembunyikan
walau dengan suasana yang hangat sekalipun
perasaan yang tergambar jelas ketika kulihat mata yang sayu
mata yang mencerminkan jiwa yang gundah dan haru
apa nama perasaan itu ???
ketika mata berkata namun senyum tergambar lembut dirautmu
sungguh aku ikut merasa pilu
namun aku tak punya apa-apa untuk membuatmu menikmati senyum itu
seakan aku cuma bisa memandang lukisan monalisa yang mimiknya pudar dimakan renta
sungguh betapa ingin kusingkap rasa gundahmu
kugantikan dengan canda tawa yang bisa buatmu tersenyum bebas dengan perasaan lepas
tak tebelenggu sembab yang menggelayut dikantung matamu
aku tak mau sebut itu kemunafikan
karena aku tahu aku tak mungkin mendekatimu lebih dari ini

30 Oktober 2009

apa yang aku cari lagi

apa yang aku cari lagi
aku bahkan tak mampu untuk bayangkan apa yang akan terjadi
tak hanya untuk membayangkan
bahkan berharap untuk melihat mentari esok pun aku tak berani
ingin mencari jawaban apa yang harus kucari saat ini
namun aku tak tahu harus mencari dimana atau kemana
aku hanya stagnan disini
jalan ditempat
tak mampu mundur ataupun maju berlari
apa yang harus kucari lagi


tantangan yang kurasakan telah menjemukanku kini
tak ada lagi sensasi desahan maut mengelus lembut
tak hadir lagi degup jantung yang memberi kehidupan
tak kurasakan lagi aroma adrenalin di tiap perjalananku
aku bosan
aku jemu
aku berhenti sampai rasa itu kembali
tapi rasa apa
bahkan aku tak sanggup mencari jawab
apalagi mencoba untuk menjawab
aku telah gila


lalu
apa yang harus kucari
telah letih aku berlari
menjalani tiap detak jantung berpacu melawan adrenalin
haruskah aku berhenti saat ini
aku tak berani untuk menjawabnya atau membayangkannya
hanya sanggup kutunggu jawab
dari hembusan angin yang takkan pernah berhenti
dari gilasan jaman yang tak pernah lelah berlari
dari perjalanan yang tak kunjung kulangkahkan kaki

18 Agustus 2009

kasih sayang dari satu mata

ketika kasih sayang yang dipandang hanya dari salah satu mata
dapat terlihat dimana kasih sayang itu hanya sebuah hiasan yang sengaja dipertahankan
kemunafikan dan kebohongan menyelimuti cinta yang seharusnya ada dan hadir dalam kasih sayang itu
namun sebelah mata seakan membutakan mata yang lain untuk melihat lebih jelas
seakan yang terlihat dari satu mata itu hanya bimbang dan ragu akan kasih sayang
terbitlah kata yang ungkapkan apa yang dilihat oleh sebelah mata itu
aku tak ingin semua itu terjadi dalam kehidupanmu
aku tahu bahwa aku yang merusak kehidupanmu
aku yang hancurkan apa yang kau impikan
aku bahkan bukan pangeran yang kau dambakan
aku hanya seorang miskin hina yang kecil
bahkan dipandang sebelah matapun takkan nampak
namun tolong
jangan pandang aku dengan sebelah mata seperti kamu memandang ku dan kasih sayangku
kasih sayangku lebih dari apa yang bisa dilihat oleh kedua matamu

12 Juni 2009

eksistensi harga diri yang dipertanyakan

apa aku masih sangup mempertahankan eksistensi sebuah harga diri daam kehidupan yang semakin hari semakin dipertajam dengan satu keinginan yang harus terlaksana namun tanpa daya. aku tersembunyi dibalik bayang - bayang yang begitu pekat hingga aku kadang tak sanggup melihat cahaya dalam kegelapanku. begitu pekatnya sampai - sampai aku hanya bisa berjalan terseok-seok merangkak mencari jalanku sendiri. entah ini sebuah kurungan yang tak kusadari atau malah bingkai yang memang menyembunyikan aku dari kejamnya dunia luar yang sebenarnya. hahahahahahaha.........tertawaku hanya tameng. tameng dari kesunyian dan kesendirian yang kurasakan dalam bingkai hidup yang selama ini kurasakan.
matikah aku bila benar-benar kuhilangkan harga sebuah jiwa yang dinilai begitu berharga. ya, mungkin aku akan mati secara rohani hingga ku tak dianggap ada lagi oleh peredaran kehidupan. aku bisa mati............

putri salju yang telah kembali........

putri...maafkan angin.....
yang dulu menemanimu ditiap butir salju yang kau embuskan
lalu angin pergi tinggalkanmu dalam bekunya hati
kini putri buka lagi kenangan yang telah lama angin tinggalkan dalam kelam
putri temukan lagi sang angin yang telah lama pergi dari dinginnya saljumu
salju yang takkan pernah kutemukan dalam musim di berbagai belahan hati manapun
salju yang hanya turun dalam musim cinta kita
salju yang telah mencair bersama angin temukan dunianya yang baru
angin mulai bergoncang
menggoncang sisi lain kehidupan dalam diri
angin mulai goyah berpusing dalam badai salju yang siratkan masa lalu


putri....maafkan angin.....
angin telah temukan matahari yang membuatnya lupa akan hangatnya salju
angin telah mencintai matahari yang membuatnya berada dalam terang dan jauh dari kelam yang dalam
angin ingin pergi jauh dari kenanganyang membadai alam masa lalu dirinya
pergi dari bekunya tirai yang membuatnya lupa akan tujuannya yang melintasi hari demi hati
hati yang hanya mencari matahari untuk menjauhkan beku dan kelam yang telah usang
walaupun angin menangis
angin menangis hanya untuk salju yang turun iringi perginya harapan
harapan yang membeku abadi dalam persahabatan
angin tak sanggup menjelmakan salju menjadi cahaya
maupun menukar cahaya untuk salju


maafkan angin..........

02 Mei 2009

menghadap pagi....

bersama embun yang menetes berat ke bumi
lunturnya segala resah yang malam selimuti
hanya esok hari yang akan tetap kuhadapi
bersama terbitnya sang mentari
lalu apa yang akan terjadi nanti
biarkan berlalu saja bersama tenggelamnya cahaya
dan aku hanya akan tertawa
yang beresonansi pilu dan getir dalam kelamnya nada hati


26 April 2009

dalam kelamnya malam

dalam kelamnya malam tak ada perbedaan
dalam kelamnya malam tak ada pembatasan
dalam kelamnya malam tak ada belenggu kebebasan
hanya dalam kelamnya malam aku bisa lepas melayang
hanya dalam kelam aku sanggup membaur dengan fananya dunia

22 April 2009

bumi sudah tua...

lelah...
rapuh....
gambarkan kepedihan yang ia alami atas tingkah laku manusia yang dulu ia lindungi.....
namun kini justru umatnya yang mengikis kekuatannya.....
jangan pernah salahkan bumi.....
atas segala yang menimpa dan melukai kulit bumi yang penuh kerutan.....
berkacalah pada masa lampau dimana ia masih bersahabat pada kita.....
umat yang hidup bagai lintah yang menghisap pada tempatnya menempel.....
ketika bumi yang tua ini marah....jangan pernah lagi sakiti ia....
karena sudah waktunya bagi kita yang menjaganya.....
bukan ia yang menjaga kita......

20 April 2009

ketika sampah tak mampu tuk menjadi berharga....

pada akhirnya sampah hanya akan menjadi setumpuk harap yang membusuk
harapan kabur yang menumpuk namun tak pernah jadi kenyataan
kenyataan bias yang tak pernah tersentuh lalu hanya terinjak kaki-kaki waktu
adakah kalanya sampah jadi berguna???
ada....tentu saja ada...
namun apa...kapan....bagimana.....
tak tahu sampah akan jadi berguna atau hanya membusuk dan sirna...
sampah hanya sampah
jangan harap jadi berguna
dan biarkan sampah membusuk
melebur bersama waktu
membias sampai tak membekas...

06 April 2009

pelabuhan yang takkan terlabuhkan lagi.....

terasa cukup kuarungkan kapal
telah berbagai lautan kuarungi
ratusan pelabuhan kutambatkan hati
namun kini aku telah rapuh
merasa letih tuk arungkan hatiku lagi
aku inginkan kedamaian hanya pada satu pelabuhan
dan kini telah kutemukan tambatan yang nyaman
untuk segenap jiwaku yang renta
untuk ragaku yang menua....
pada pelabuhanku ini kutanamkan jangkar terakhir kalinya
disini kuhabiskan sisa usia dan hembusan nafasku
tak ingin aku tinggalkan pelabuhanku
saat aku merasakan kedamaian yang aku cari
kedamaian untuk menuju keabadian.......

23 Februari 2009

ungkapan yang tak terucapkan

tak pernah tersirat satu kata dalam hati
bahkan untuk memikirkannyapun tidak
apalagi membayangkannya dalam mimpi malam hari
terlalu tinggi digapai
terlalu dalam tuk diselami
terlalu curam tuk didaki
terlalu sulit untuk di suratkan
apakah aku masih pantas untuk berkata
apakah aku masih sanggup tampakkan muka dihadapanmu
apakah masih ada kekuatan tersisa untukku melangkah pergi



aku hanya ingin engkau mengerti
apa yang sebenarnya tersirat dalam hati
sebuah ungkapan yang telah lama terpendam
ungkapan yang hampir mati
bahkan hampir kubawa melangkah pergi
pergi untuk tak kembali
pergi jauh bersama angin yang berhembus tak pasti
namun
kau yang telah tahan langkahku tuk tetap disini
kau yang hentikan angin berhembus sekejap
kau yang kembalikan kehidupan cahayaku
kau yang kembalikan terang yang dulu kelam
tetaplah hidup dalam hatiku kekasihku
tetaplah tinggal saat aku membutuhkanmu
dan aku akan membutuhkanmu
mulai saat ini
sampai matahari berhenti menyinari bumi....

11 Februari 2009

jalan lembah tak berujung

kembali berlari tempuh jarak yang tak kuketahui
kucoba sejenak berhenti renungi sejuta makna tak berarti
tak berarti bukan karena aku berlari
namun terlambat akan sadari
tahan untuk tetap langkahkan kaki
kadang terantuk sampai hampir kuterjungkal
tak ada lagi yang temani
hanya sendiri dan dengan angin aku terus melaju
mencari lembah yang tak berujung dalam kehidupanku

02 Februari 2009

takdir yang terus memutar

aku yang terus berpusing
berputar tetap diporosnya
tak pernah pergi dari sini namun terus berlari
berpikir tuk loloskan dari jerat belenggu
yang makin waktu kian erat mengekang
jangan sampai aku tak sanggup lagi berdiri
jangan sampai aku tak mampu tuk angkat bebanku sendiri
aku takkan pernah mau bagi bebanku untuk orang lain
aku hanya mau angkat bebanku sendiri
biarkan aku terus berlari walau tetap pada porosku sendiri
namun aku ingin tetap berdiri tegap
menantang ajal yang berlari disisiku.......

29 Januari 2009

Reborn of the Destiny

pernahkan kau rasakan pahitnya sebuah kematian
pernahkah kau nikmati pedihnya luka dalam tidur panjang
apakah itu yang disebut manusia sebagai bagian dari akhir kehidupan
bagian dimana tujuan kehidupan itu memudar 
dan terbenam seiring mata terpejam
bagian yang akan terjadi sebelum manusia menuju ke sebuah dimensi lain
dimensi yang dianggap maya bagi kehidupan yang sebelumnya fana
aku menangis 
meratap pada apa yang tak pernah kulihat
memohon agar tujuan yang fana semakin tampak
tapi apa yang kudapat
tangisan hanya dianggap layaknya hujan
sebentar hiasi kehidupan lalu kering karena kehilangan
kini aku bosan
bosan untuk terus hidup dalam tangisan
sia-sia sudah segala pengorbanan 
aku telah lahir kembali dengan segala tujuan
tujuan yang takkan terbatasi oleh dimensi
kekal dan tak pernah mati
sampai sang waktu yang membelenggu kehidupan berhenti berlari................. 

27 Januari 2009

hujan yang sisipkan kepedihan

hujan yang turun dihari mendung seakan transformasikan perasaan kepada sang alam
perasaan yang terpuruk perih menyayat
sampai aku tak pernah tahu lagi kapan sang waktu beranjak tuk pergi
karena aku tak percaya lagi apa itu mimpi dan arti sebuah harapan
kini yang terlihat dipelupuk mata hanya sayatan sebuah kenyataan
kenyataan yang selalu buat aku makin tertunduk lemah
lemah tak mampu lagi hadapi gelombang takdir yang makin gila menggilas
ingin aku menyerah
namun kata menyerah hanya untuk mereka yang tak punya lagi keberanian
keberanian untuk bertahan walau hanya sekejap
lalu hilang tak ditemukan
akhirnya aku hanya bisa diam dan mengalun bersama arus kehidupan.........

14 Januari 2009

Hanya diam yang jawab

malam tak pernah dendangkan nyanyiannya lagi
diam, kelam dan sunyinya kematian yang datang menghampiri
sendiri sunyi lagi
tersentak dalam kabut kebimbangan yang tak mungkin menepi
tertunduk di sela-sela mimpi yang tak bertepi

05 Januari 2009

sepatah kata perpisahan

kala diotak hanya ada badai permasalahan yang kau hadapi
mulai mengoyak tubuh dan buat dirimu lemah
terpikirkan satu jalan tuk' akhiri semua dilema yang menyerangmu
bukan logika dalangi semua
bukan juga emosi belaka yang selimuti pikiran tanpa asa
hanya kibarkan bendera kekalahan untuk mundur
mundur dari segala yang siksa jiwa dan logikamu
tanpa ingin kau berbuat suatu diluar akal
biarkan aku yang tersakiti
biarkan aku yang tetap sendiri ini
biarkan aku hidup tanpa harapan lagi
lepaskan dan jangan kau ungkap sosok ini
bebaskan pikiranmu yang kubelengu
terbangkan bersama angin yang sejuk belai jiwamu
jangan biarkan aku membelenggumu lagi
jangan biarkan aku ada dalam hari-harimu lagi
namun
hanya satu yang tetap ingin aku minta dari hatimu
tetaplah kenang aku
kenang aku bersama indahnya langit malam hari
bersama tebing yang kan tetap berdiri kokoh menantang takdir
sedang takdir itu sendiri
takdir yang takkan berhenti tancapkan seribu duri
selalu menyiksa dan menemani
kehidupan sosok yang tanpa harapan ini..........................