29 November 2011

Permenungan

ketika sebuah individu mencoba untuk berdiskusi dengan sepi
saat dimana sang waktu kembali diam kehilangan arti
aku coba semaikan harapan dalam mimpi yang kau tanam tadi pagi
hanya sekejap sebelum terbit sang matahari
layukan bunga yang harusnya luruh diterpa kenyataan
dan kau bangunkan aku dari nyamannya ketidakpastian
kau sadarkan aku akan nilai yang indefinitif dari kehidupan

kumulai langkah menapak sejengkal terseok
menjalani tanah impian yang telah kau susun untukku
menuju garis paling tepi dari angan-angan
menghadapi dan mengatasi semua kesakitan dan luka sendirian
hanya inginkan kamu untuk tahu
sebuah proses yang kujalani untuk menjadi manusia lagi
sebuah transformasi dari ulat yang mengindah jadi kupu-kupu
seperti yang kau utarakan dari hatimu merasuk dalam kehidupanku

maaf karena aku tak sanggup melawan jiwaku
maaf karena aku ternyata butuh waktu menata dan menjalaninya
maaf karena aku masih terhenyak pada kenyamanan masa lalu
maaf karena aku belum sanggup mencerna harapanmu
aku terus mencoba


Tidak ada komentar :