sempat tertegun memandang sosok dalam layar
seorang yang memperjuangkan peradaban sebuah negara
menentang sistem yang ketat dan kolot
bukan dengan tangan hampa maupun senjata
tapi dengan tulisan setajam pedang
dia bukan siapa-siapa
dia bukan apa-apa
namun dia menjadi siapa yang dicari
dan apa yang diperhatikan lewat kolomnya
rangkaian tulisan mempertontonkan realita
mengubah paradigma yang terselubung imperialisme
merombak jaman
dan melahiran semangat kaum intelek muda
aku merasa kembali ke jaman itu
dimana otak dibungkam paksa tanpa perlawanan
dan mulut hanya bisa diam
terpaksa menerima keadaan yang mengekang pemikiran
kreatifitas ditebas
intelek muda dibelenggu sistem pendidikan
dan tak ada pergerakan yang berarti
semua ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak
menghancurkan sistem yang angkuh berdiri tegak
menyembunyikan perut-perut buncit kekenyangan
dibalik realita rakyat yang kelaparan
dan alam yang menuju awal kehancuran
kerinduan ini sama seperti tahanan yang menantikan kebebasan
kebebasan dalam berpikir tanpa batas
ruang waktu dan tempat
aku tak sudi mereka hanya milik seorang
karena dunia dan seisinya diciptakan
untuk semua umat manusia
bukan dia bukan mereka
tapi kita
ayo berjuang
Perjuangan tak melulu gunakan peluru.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar