sempat tertegun memandang sosok dalam layar
seorang yang memperjuangkan peradaban sebuah negara
menentang sistem yang ketat dan kolot
bukan dengan tangan hampa maupun senjata
tapi dengan tulisan setajam pedang
dia bukan siapa-siapa
dia bukan apa-apa
namun dia menjadi siapa yang dicari
dan apa yang diperhatikan lewat kolomnya
rangkaian tulisan mempertontonkan realita
mengubah paradigma yang terselubung imperialisme
merombak jaman
dan melahiran semangat kaum intelek muda
aku merasa kembali ke jaman itu
dimana otak dibungkam paksa tanpa perlawanan
dan mulut hanya bisa diam
terpaksa menerima keadaan yang mengekang pemikiran
kreatifitas ditebas
intelek muda dibelenggu sistem pendidikan
dan tak ada pergerakan yang berarti
semua ini akan menjadi bom waktu yang siap meledak
menghancurkan sistem yang angkuh berdiri tegak
menyembunyikan perut-perut buncit kekenyangan
dibalik realita rakyat yang kelaparan
dan alam yang menuju awal kehancuran
kerinduan ini sama seperti tahanan yang menantikan kebebasan
kebebasan dalam berpikir tanpa batas
ruang waktu dan tempat
aku tak sudi mereka hanya milik seorang
karena dunia dan seisinya diciptakan
untuk semua umat manusia
bukan dia bukan mereka
tapi kita
ayo berjuang
Perjuangan tak melulu gunakan peluru.
Hanya perjalananku tentukan arti sebuah transisi kehidupan yang kujalani bersama sang alam.
24 Februari 2010
06 Februari 2010
angin yang akan pergi.........
angin telah menyejukkan satu hati
ia telah menuntaskan apa yang seharusnya diperbuatnya
kini angin menunggu waktu yang tepat untuk pergi bersama matahari
namun masih ada yang membuat angin bimbang untuk langkahkan kaki
satu hati yang tak mau lepaskan angin untuk pergi
satu hati yang selalu merindukan angin saat matahari datang lagi
satu hati yang tak mungkin hidup tanpa angin
ia telah menuntaskan apa yang seharusnya diperbuatnya
kini angin menunggu waktu yang tepat untuk pergi bersama matahari
namun masih ada yang membuat angin bimbang untuk langkahkan kaki
satu hati yang tak mau lepaskan angin untuk pergi
satu hati yang selalu merindukan angin saat matahari datang lagi
satu hati yang tak mungkin hidup tanpa angin
30 Desember 2009
bertopengkah aku ????
pada siapa hendaknya aku harus bertanya
bertanya sebuah pertanyaan yang jawabannya seharusnya aku tahu
tapi bahkan aku tak berani bertanya pada diriu sendiri
maafkan aku hatiku
aku telah membohongiku
membohongiku demi apa yang seharusnya aku tahu
tapi aku mencurangi diriku
menyembunyikan apa yang aku tahu dari aku
inilah topeng yang aku kenakan pada hatiku
topeng yang mengerak sampai keluar pada raut kehidupan
dan tetap tak kulepaskan sampai aku bertanya dan temukan jawaban
bukan pada diriku namun pada apa yang seharusnya menemukanku
bukan aku atau siapa namun apa
tapi kapan aku tak pernah tahu
kapan jiwaku menemukan aku
karena aku masih setengah dan belum utuh
dan jiwaku menungguku melepaskan topengku
tapi topeng apa ????
aku tak merasa aku memakainya
aku bahkan tak sadar aku kenakan topengku
topeng yang melindungi dan menyamankan aku
menjauhkan aku dari efek negatif dunia luar
melindungiku dari pengaruh buruk kenyataan
dan menyadarkan aku selama ini
dari apa yang kusebut ketakutan pada ilahi
bertanya sebuah pertanyaan yang jawabannya seharusnya aku tahu
tapi bahkan aku tak berani bertanya pada diriu sendiri
maafkan aku hatiku
aku telah membohongiku
membohongiku demi apa yang seharusnya aku tahu
tapi aku mencurangi diriku
menyembunyikan apa yang aku tahu dari aku
inilah topeng yang aku kenakan pada hatiku
topeng yang mengerak sampai keluar pada raut kehidupan
dan tetap tak kulepaskan sampai aku bertanya dan temukan jawaban
bukan pada diriku namun pada apa yang seharusnya menemukanku
bukan aku atau siapa namun apa
tapi kapan aku tak pernah tahu
kapan jiwaku menemukan aku
karena aku masih setengah dan belum utuh
dan jiwaku menungguku melepaskan topengku
tapi topeng apa ????
aku tak merasa aku memakainya
aku bahkan tak sadar aku kenakan topengku
topeng yang melindungi dan menyamankan aku
menjauhkan aku dari efek negatif dunia luar
melindungiku dari pengaruh buruk kenyataan
dan menyadarkan aku selama ini
dari apa yang kusebut ketakutan pada ilahi
29 Desember 2009
apa itu kemunafikan ???
betapa kurasakan ketika sebuah perasaan yang tak dapat disembunyikan
walau dengan suasana yang hangat sekalipun
perasaan yang tergambar jelas ketika kulihat mata yang sayu
mata yang mencerminkan jiwa yang gundah dan haru
apa nama perasaan itu ???
ketika mata berkata namun senyum tergambar lembut dirautmu
sungguh aku ikut merasa pilu
namun aku tak punya apa-apa untuk membuatmu menikmati senyum itu
seakan aku cuma bisa memandang lukisan monalisa yang mimiknya pudar dimakan renta
sungguh betapa ingin kusingkap rasa gundahmu
kugantikan dengan canda tawa yang bisa buatmu tersenyum bebas dengan perasaan lepas
tak tebelenggu sembab yang menggelayut dikantung matamu
aku tak mau sebut itu kemunafikan
karena aku tahu aku tak mungkin mendekatimu lebih dari ini
walau dengan suasana yang hangat sekalipun
perasaan yang tergambar jelas ketika kulihat mata yang sayu
mata yang mencerminkan jiwa yang gundah dan haru
apa nama perasaan itu ???
ketika mata berkata namun senyum tergambar lembut dirautmu
sungguh aku ikut merasa pilu
namun aku tak punya apa-apa untuk membuatmu menikmati senyum itu
seakan aku cuma bisa memandang lukisan monalisa yang mimiknya pudar dimakan renta
sungguh betapa ingin kusingkap rasa gundahmu
kugantikan dengan canda tawa yang bisa buatmu tersenyum bebas dengan perasaan lepas
tak tebelenggu sembab yang menggelayut dikantung matamu
aku tak mau sebut itu kemunafikan
karena aku tahu aku tak mungkin mendekatimu lebih dari ini
30 Oktober 2009
apa yang aku cari lagi
apa yang aku cari lagi
aku bahkan tak mampu untuk bayangkan apa yang akan terjadi
tak hanya untuk membayangkan
bahkan berharap untuk melihat mentari esok pun aku tak berani
ingin mencari jawaban apa yang harus kucari saat ini
namun aku tak tahu harus mencari dimana atau kemana
aku hanya stagnan disini
jalan ditempat
tak mampu mundur ataupun maju berlari
apa yang harus kucari lagi
tantangan yang kurasakan telah menjemukanku kini
tak ada lagi sensasi desahan maut mengelus lembut
tak hadir lagi degup jantung yang memberi kehidupan
tak kurasakan lagi aroma adrenalin di tiap perjalananku
aku bosan
aku jemu
aku berhenti sampai rasa itu kembali
tapi rasa apa
bahkan aku tak sanggup mencari jawab
apalagi mencoba untuk menjawab
aku telah gila
lalu
apa yang harus kucari
telah letih aku berlari
menjalani tiap detak jantung berpacu melawan adrenalin
haruskah aku berhenti saat ini
aku tak berani untuk menjawabnya atau membayangkannya
hanya sanggup kutunggu jawab
dari hembusan angin yang takkan pernah berhenti
dari gilasan jaman yang tak pernah lelah berlari
dari perjalanan yang tak kunjung kulangkahkan kaki
aku bahkan tak mampu untuk bayangkan apa yang akan terjadi
tak hanya untuk membayangkan
bahkan berharap untuk melihat mentari esok pun aku tak berani
ingin mencari jawaban apa yang harus kucari saat ini
namun aku tak tahu harus mencari dimana atau kemana
aku hanya stagnan disini
jalan ditempat
tak mampu mundur ataupun maju berlari
apa yang harus kucari lagi
tantangan yang kurasakan telah menjemukanku kini
tak ada lagi sensasi desahan maut mengelus lembut
tak hadir lagi degup jantung yang memberi kehidupan
tak kurasakan lagi aroma adrenalin di tiap perjalananku
aku bosan
aku jemu
aku berhenti sampai rasa itu kembali
tapi rasa apa
bahkan aku tak sanggup mencari jawab
apalagi mencoba untuk menjawab
aku telah gila
lalu
apa yang harus kucari
telah letih aku berlari
menjalani tiap detak jantung berpacu melawan adrenalin
haruskah aku berhenti saat ini
aku tak berani untuk menjawabnya atau membayangkannya
hanya sanggup kutunggu jawab
dari hembusan angin yang takkan pernah berhenti
dari gilasan jaman yang tak pernah lelah berlari
dari perjalanan yang tak kunjung kulangkahkan kaki
18 Agustus 2009
kasih sayang dari satu mata
ketika kasih sayang yang dipandang hanya dari salah satu mata
dapat terlihat dimana kasih sayang itu hanya sebuah hiasan yang sengaja dipertahankan
kemunafikan dan kebohongan menyelimuti cinta yang seharusnya ada dan hadir dalam kasih sayang itu
namun sebelah mata seakan membutakan mata yang lain untuk melihat lebih jelas
seakan yang terlihat dari satu mata itu hanya bimbang dan ragu akan kasih sayang
terbitlah kata yang ungkapkan apa yang dilihat oleh sebelah mata itu
aku tak ingin semua itu terjadi dalam kehidupanmu
aku tahu bahwa aku yang merusak kehidupanmu
aku yang hancurkan apa yang kau impikan
aku bahkan bukan pangeran yang kau dambakan
aku hanya seorang miskin hina yang kecil
bahkan dipandang sebelah matapun takkan nampak
namun tolong
jangan pandang aku dengan sebelah mata seperti kamu memandang ku dan kasih sayangku
kasih sayangku lebih dari apa yang bisa dilihat oleh kedua matamu
dapat terlihat dimana kasih sayang itu hanya sebuah hiasan yang sengaja dipertahankan
kemunafikan dan kebohongan menyelimuti cinta yang seharusnya ada dan hadir dalam kasih sayang itu
namun sebelah mata seakan membutakan mata yang lain untuk melihat lebih jelas
seakan yang terlihat dari satu mata itu hanya bimbang dan ragu akan kasih sayang
terbitlah kata yang ungkapkan apa yang dilihat oleh sebelah mata itu
aku tak ingin semua itu terjadi dalam kehidupanmu
aku tahu bahwa aku yang merusak kehidupanmu
aku yang hancurkan apa yang kau impikan
aku bahkan bukan pangeran yang kau dambakan
aku hanya seorang miskin hina yang kecil
bahkan dipandang sebelah matapun takkan nampak
namun tolong
jangan pandang aku dengan sebelah mata seperti kamu memandang ku dan kasih sayangku
kasih sayangku lebih dari apa yang bisa dilihat oleh kedua matamu
12 Juni 2009
eksistensi harga diri yang dipertanyakan
apa aku masih sangup mempertahankan eksistensi sebuah harga diri daam kehidupan yang semakin hari semakin dipertajam dengan satu keinginan yang harus terlaksana namun tanpa daya. aku tersembunyi dibalik bayang - bayang yang begitu pekat hingga aku kadang tak sanggup melihat cahaya dalam kegelapanku. begitu pekatnya sampai - sampai aku hanya bisa berjalan terseok-seok merangkak mencari jalanku sendiri. entah ini sebuah kurungan yang tak kusadari atau malah bingkai yang memang menyembunyikan aku dari kejamnya dunia luar yang sebenarnya. hahahahahahaha.........tertawaku hanya tameng. tameng dari kesunyian dan kesendirian yang kurasakan dalam bingkai hidup yang selama ini kurasakan.
matikah aku bila benar-benar kuhilangkan harga sebuah jiwa yang dinilai begitu berharga. ya, mungkin aku akan mati secara rohani hingga ku tak dianggap ada lagi oleh peredaran kehidupan. aku bisa mati............
matikah aku bila benar-benar kuhilangkan harga sebuah jiwa yang dinilai begitu berharga. ya, mungkin aku akan mati secara rohani hingga ku tak dianggap ada lagi oleh peredaran kehidupan. aku bisa mati............
putri salju yang telah kembali........
putri...maafkan angin.....
yang dulu menemanimu ditiap butir salju yang kau embuskan
lalu angin pergi tinggalkanmu dalam bekunya hati
kini putri buka lagi kenangan yang telah lama angin tinggalkan dalam kelam
putri temukan lagi sang angin yang telah lama pergi dari dinginnya saljumu
salju yang takkan pernah kutemukan dalam musim di berbagai belahan hati manapun
salju yang hanya turun dalam musim cinta kita
salju yang telah mencair bersama angin temukan dunianya yang baru
angin mulai bergoncang
menggoncang sisi lain kehidupan dalam diri
angin mulai goyah berpusing dalam badai salju yang siratkan masa lalu
putri....maafkan angin.....
angin telah temukan matahari yang membuatnya lupa akan hangatnya salju
angin telah mencintai matahari yang membuatnya berada dalam terang dan jauh dari kelam yang dalam
angin ingin pergi jauh dari kenanganyang membadai alam masa lalu dirinya
pergi dari bekunya tirai yang membuatnya lupa akan tujuannya yang melintasi hari demi hati
hati yang hanya mencari matahari untuk menjauhkan beku dan kelam yang telah usang
walaupun angin menangis
angin menangis hanya untuk salju yang turun iringi perginya harapan
harapan yang membeku abadi dalam persahabatan
angin tak sanggup menjelmakan salju menjadi cahaya
maupun menukar cahaya untuk salju
maafkan angin..........
yang dulu menemanimu ditiap butir salju yang kau embuskan
lalu angin pergi tinggalkanmu dalam bekunya hati
kini putri buka lagi kenangan yang telah lama angin tinggalkan dalam kelam
putri temukan lagi sang angin yang telah lama pergi dari dinginnya saljumu
salju yang takkan pernah kutemukan dalam musim di berbagai belahan hati manapun
salju yang hanya turun dalam musim cinta kita
salju yang telah mencair bersama angin temukan dunianya yang baru
angin mulai bergoncang
menggoncang sisi lain kehidupan dalam diri
angin mulai goyah berpusing dalam badai salju yang siratkan masa lalu
putri....maafkan angin.....
angin telah temukan matahari yang membuatnya lupa akan hangatnya salju
angin telah mencintai matahari yang membuatnya berada dalam terang dan jauh dari kelam yang dalam
angin ingin pergi jauh dari kenanganyang membadai alam masa lalu dirinya
pergi dari bekunya tirai yang membuatnya lupa akan tujuannya yang melintasi hari demi hati
hati yang hanya mencari matahari untuk menjauhkan beku dan kelam yang telah usang
walaupun angin menangis
angin menangis hanya untuk salju yang turun iringi perginya harapan
harapan yang membeku abadi dalam persahabatan
angin tak sanggup menjelmakan salju menjadi cahaya
maupun menukar cahaya untuk salju
maafkan angin..........
02 Mei 2009
menghadap pagi....
bersama embun yang menetes berat ke bumi
lunturnya segala resah yang malam selimuti
hanya esok hari yang akan tetap kuhadapi
bersama terbitnya sang mentari
lalu apa yang akan terjadi nanti
biarkan berlalu saja bersama tenggelamnya cahaya
dan aku hanya akan tertawa
yang beresonansi pilu dan getir dalam kelamnya nada hati
lunturnya segala resah yang malam selimuti
hanya esok hari yang akan tetap kuhadapi
bersama terbitnya sang mentari
lalu apa yang akan terjadi nanti
biarkan berlalu saja bersama tenggelamnya cahaya
dan aku hanya akan tertawa
yang beresonansi pilu dan getir dalam kelamnya nada hati
26 April 2009
dalam kelamnya malam
dalam kelamnya malam tak ada perbedaan
dalam kelamnya malam tak ada pembatasan
dalam kelamnya malam tak ada belenggu kebebasan
hanya dalam kelamnya malam aku bisa lepas melayang
hanya dalam kelam aku sanggup membaur dengan fananya dunia
dalam kelamnya malam tak ada pembatasan
dalam kelamnya malam tak ada belenggu kebebasan
hanya dalam kelamnya malam aku bisa lepas melayang
hanya dalam kelam aku sanggup membaur dengan fananya dunia
Langganan:
Postingan
(
Atom
)